Sabtu, 20 Desember 2014

Puisi Menyin Kenagan

Dikala Hati Hampa Sepi
Hati Seakan Triak Menjerit
Seperti Memanggil Untuk Bertemu
Menangis Terkadang Tersenyum
Akan Bayangan Dirimu
Kaulah Lamunan Dalam Sepi
Kini Kusadar
Hati Bisa Menyimpan Kenangan
Hati Bisa Merasa Kesepian
Aku Tak Mengerti 
Aku Tak Tau
Aku Pergi Atau Harus Menunggu
Agar Tetap Mencintai Atau Dicintai



Puisi Sekali Saja

Dingin hujan menusuk raga...
Nyayikan geburuh campur bisu suara
Menitikan titik2 rundu di dada
Ku hanya ingin melihat wajah mu sekali saja
Mengobati rasa tk ku mengerti mengapa
Hujan ini hadir kan seribu wajah tanpa rupa
Raga ku tak sekuat waktu bergulir
Suaraku tak selantang alunan petir

Ku hanya ingin melihat wajah mu sekali saja
Mengobati rasa yk tak kunjung brakhir


Puisi sebuah kata menjadi nama

Tertancap sepotong kata
Menghiasi hati tak bermakna
Sepotong kata menyiksa kalbu
Hidupkan gelora dalam jiwaku
Membakar gelap menjadi abu

Penyair tersihir akan syairnya
Saat menyusun huruf tertata
Sampai mengukir sepotong kata

Kata yk menjelma sebuah nama
Nama yk memberikan kesejukan, kegembiraan
Dan keagungan
Nama yk menghantarkan kepelabuhan rindu

Sang pemilik nama
Seandainya kita bisa berjumpa
Seandainya ku bisa menatap wajahmu
Seandainya ku bisa membelai wajahmu

Sang pemilik nama..
Kau lah pemilik hati sepi ini


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews